Tag: busi

  • Ulasan Sejumlah Spare Part Motor Honda Paling Laris

    Ulasan Sejumlah Spare Part Motor Honda Paling Laris

    Motor merupakan kendaraan ekonomis dan menjadi favorit masyarakat Indonesia. Tidak heran jika sejumlah pabrikan otomotif juga mengeluarkan produk spare part untuk mendukung kendaraan buatannya. Spare part motor Honda pun tak luput dari buruan. Tentu saja jenisnya sangat banyak dan memiliki peranan masing-masing.

    Larisnya sebuah spare part motor mengindikasikan bahwa bagian tersebutlah yang umumnya sering diganti. Para pemilik kendaraan wajib tahu apa saja produk spare part motor Honda yang paling laku di pasaran. Inilah ulasan dan fungsi sparen part yang harus Anda ketahui.

    Aneka Spare Part Motor Honda Paling Laris

    Ada sejumlah komponen kendaraan yang harus Anda ketahui. Tujuannya agar jika terjadi kerusakan mendadak, Anda dapat mengidentifikasinya terlebih dahulu. Berikut beberapa spare part Honda yang paling laris di pasaran.

    1. Busi

    Kontribusi busi pada sebuah kendaraan roda dua sangatlah besar. Biasanya busi yang sudah aus akan membuat motor susah distarter.

    Selain itu, usianya yang sudah cukup lama juga mengharuskan pemilik kendaraan untuk menggantinya. Busi yang basah pun sudah tidak layak digunakan. Tidak heran jika spare part satu ini sangat laris di pasaran.

    1. Kampas Rem

    Spare part selanjutnya yang laris manis di pasaran adalah kampas rem motor. Untuk sistem rem tromol maupun cakram, usia kampas memang cukup singkat. Penyebabnya bisa banyak hal. Bisa jadi setelan rem terlalu kencang, posisi velg tidak sempurna, dan masih banyak lagi.

    1. Laher Roda

    Laher atau bearing roda merupakan komponen yang kerap mengalami kerusakan. Biasanya kerusakan laher ini karena oblak atau aus. Laher yang rusak akan membuat velg bergoyang dan menyebabkan kendaraan tidak nyaman digunakan.

    Penyebab ausnya laher bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah kondisi jalanan yang bergelombang dan rusak. Motor yang kerap menempuh medan ekstrem seperti ini biasanya akan membuat laher cepat aus.

    1. Seal Karet

    Seal karet pada motor biasanya diletakkan di sejumlah bagian. Seringnya yang paling harus selalu diganti di area shockbreaker serta seal kruk as. Untuk bagian seal pompa air juga harus rutin mengalami penggantian.

    Apabila seal pada bagian-bagian tersebut rusak, maka mesin kendaraan akan tidak maksimal dalam kinerjanya. Suhu mesin yang tiba-tiba panas juga menjadi penyebab seal karet cepat memuai dan pada akhirnya harus diganti. Tidak heran jika spare part motor Honda ini sangat laris di pasaran.

    1. Kabel Kopling

    Motor pabrikan Honda juga banyak yang berjenis kopling. Tak heran jika kabel kopling menjadi salah satu spare part yang banyak diburu. Komponen yang erat kaitannya dengan kopling kendaraan ini umumnya bisa sampai putus.

    Walaupun demikian, kerusakan pertamanya biasanya tidak sampai putus, melainkan sebatas seret. Penyebabnya karena sering terkena air hujan sehingga berkarat dan pada akhirnya menyebabkan kabel harus diganti dengan baru. Adapun untuk daftar harga spare part lainnya bisa Anda ketahui dari tabel berikut ini:

    Nama Spare Part Kisaran Harga
    Kabel Gas Rp20.000 sampai Rp40.000
    Bohlam Belakang Rp20.000 sampai Rp25.000
    Kampas Rem Belakang Rp20.000 sampai Rp30.000
    Filter Udara Rp30.000 sampai Rp40.000
    Gir Depan Rp35.000 sampai Rp40.000
    Piston Rp30.000 sampai Rp50.000
    Ring Piston Rp60.000 sampai Rp65.000
    Gir Belakang Rp60.000 sampai Rp70.000
    Rantai Rp60.000 sampai Rp70.000
    Kampas Kopling Rp140.000 sampai Rp150.000
    V-Belt Rp100.000 sampai Rp150.000
    Sokbeker Belakang Rp180.000 sampai Rp200.000

     

    Nah, ternyata cukup banyak spare part motor Honda yang harus Anda ketahui, bukan?. Jenis-jenis tersebut bisa menjadi referensi Anda apabila suatu saat motor mengalami masalah. Anda dapat mengidentifikasi bagian mana yang harus diganti dan dapat mempersiapkan budget yang tepat.

  • Jangan Panik, Lakukan Ini Ketika Motor Tiba-Tiba Mogok

    Jangan Panik, Lakukan Ini Ketika Motor Tiba-Tiba Mogok

    Selain mengalami kecelakaan, motor yang tiba-tiba mogok di tengah jalan adalah kejadian yang paling tidak diharapkan ketika oleh para pengguna kendaraan beroda dua ini. Kejadian ini akan lebih mengesalkan jika saat itu, Anda sedang dalam perjalanan ke kantor, ada rapat, atau hendak menghadiri acara penting. Supaya tidak panik, cari tahu apa yang perlu Anda lakukan ketika motor mendadak mati mesin.

    5 Bagian yang Perlu Diperiksa Ketika Motor Tiba-Tiba Mogok

    Salah satu alasan utama orang lebih memilih sepeda motor daripada mobil adalah karena relatif aman dari risiko kemacetan sehingga bisa sampai di tujuan dengan lebih cepat. Namun, apa jadinya kalau di saat Anda sedang terburu-buru, motor yang dikendarai justru berhenti tiba-tiba di tengah jalan?

    Tak perlu bingung atau panik, Anda sebaiknya segera mengecek 5 bagian berikut ini untuk mengetahui penyebab motor Anda tiba-tiba mati dan bisa segera mencari solusinya.

    • Bahan Bakar

    Langkah yang satu ini sepertinya sudah menjadi refleks bagi siapa pun yang mengalami motor mogok. Ketika motor tidak mau lagi bergerak, otomatis pengendara pasti akan mengecek tangki bahan bakar lebih dahulu untuk memastikan kondisi bahan bakar.

    Bukan cuma kehabisan bahan bakar, klep yang tersumbat oleh timbal juga bisa menyebabkan motor ngambek. Hal ini disebabkan bensin yang digunakan memiliki nilai oktan rendah. Solusinya sudah sangat jelas, yaitu pilihlah bensin dengan nilai oktan di atas 92. Selain menjaga ruang bakar bersih, tarikan motor pun akan terasa lebih mulus.

    • Busi

    Kondisi busi yang kotor juga menjadi salah satu penyebab motor mogok yang paling sering. Normalnya,  sejak dipasang, busi bisa digunakan hingga motor mencapai jarak tempuh sejauh 6.000 kilometer. Akan tetapi, umur busi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kebersihan dan cara pemasangan.

    Busi yang kotor bisa menyebabkan korsleting sehingga mesin motor mendadak mati. Sementara itu, pemasangan yang terlalu longgar membuat busi lebih cepat rusak, meskipun motor baru sebentar dipakai. Jadi, rutinlah memeriksa kondisi kebersihan dan ketepatan pemasangan busi motor Anda.

    • Filter Udara

    Pernahkah Anda mengalami mesin motor bisa dinyalakan, tetapi tidak mau berjalan? Jika ini terjadi, kemungkinan besar hal tersebut terjadi akibat filter udara yang kotor. Filter yang tersumbat kotoran tentu akan mengurangi udara yang masuk, padahal udara juga dibutuhkan pada proses pengapian/pembakaran agar kendaran bisa berjalan. Jalan keluarnya adalah tentu dengan membersihkan filter tersebut.

    • Aki

    Penurunan daya aki juga bisa menjadi penyebab motor mogok. Untuk memastikan apakah memang terjadi gangguan pada aki atau tidak, lakukan pengecekan. Caranya sangat mudah, Anda bisa melihatnya di speedometer atau dengan cara menyalakan lampu sein. Lampu yang mati menunjukkan bahwa aki motor Anda mulai drop.

    Jika memungkinkan, letakkan volt meter di jok untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti. Apabila aki sudah mengalami penurunan daya, angka pada voltmeter akan menunjukkan nilai di bawah 12.4 volt. Untuk mengatasinya adalah menggantinya dengan aki baru. Namun, untuk kondisi darurat, lakukan tips jumper. Yaitu menghubungkan kutub yang sama ke aki motor lain dengan dua buah kabel jumper.

    • Suhu Mesin

    Penyebab lain motor berhenti tiba-tiba yang sering tidak disadari adalah mesin yang terlalu panas. Ketika mesin mengalami overheat (suhu motor melebihi batas normal) Anda harus sabar hingga suhu mesin kembali normal, jangan memaksa untuk kembali menjalankan motor. Untuk membantu mempercepat proses pendinginan, Anda juga menambahkan radiator coolant.

    Mengetahui penyebab masalah yang sebenarnya adalah cara terbaik untuk mencari solusi, begitu juga dengan kondisi motor yang tiba-tiba mogok di tengah jalan. Dengan melakukan pemeriksaan kelima komponen di atas, Anda bisa segera mengatasi masalah dengan tepat.

  • Memakai Busi Racing Motor Untuk Motor Standard, Amankah?

    Memakai Busi Racing Motor Untuk Motor Standard, Amankah?

    Busi motor merupakan komponen penting pada motor. Begitu pula dengan busi racing motor pada motor racing. Lalu, bagaimana jika busi pada motor racing digunakan untuk motor standard?

    Sebelum membahas lebih jauh tentang masalah tersebut, kenali terlebih dahulu perihal busi motor. Umumnya, busi berfungsi untuk perapian pada motor. Penggunaan motor akan terasa lebih nyaman ketika busi motor tidak mengalami masalah.

    Cara kerja busi agar mesin dapat menyala dan terasa nyaman ketika dikendarai adalah ketika busi terhubung ke tegangan yang mana besarnya tegangan tersebut mencapai ribuan volt. Tegangan tersebut menghasilkan listrik sehingga mesin dapat menyala.

    Fungsi Busi Racing Motor

    Indikator ketika busi rusak atau kotor adalah mesin motor yang tidak mau menyala. Mungkin pertama kali yang Anda lihat dari masalah tersebut adalah masalah aki, tetapi setelah diengkol, tetap saja tidak menyala.

    Jika hal tersebut terjadi maka tidak menutup kemungkinan terdapat masalah pada busi. Bagian busi bisa saja mengalami kerusakan karena kotor atau memang sudah harus diganti.

    Ada beberapa fungsi busi motor yang dapat Anda kenali agar mengetahui masalah apabila terjadi kerusakan motor. Berdasarkan laman suzuki.co.id, berikut fungsi busi motor:

    1. Insulator

    Fungsi dari insulator adalah memindahkan panas ke kepala silinder. Busi yang menggunakan keramik umumnya berfungsi untuk mengisolasi bagian batang terminal dan elektroda tengah pada cangkang besi sehingga arus yang tinggi serta elektroda tidak keluar.

    1. Terminal

    Fungsi terminal adalah menghantarkan listrik pada koil yang terhubung dengan kabel bertegangan tinggi.

    1. Gasket

    Fungsi dari gasket adalah penutup pada busi agar tidak terjadi kompresi dan tidak mengalir keluar pada ruang bakar.

    1. Ribs

    Ribs berfungsi untuk mencegah arus listrik merambat keluar komponen mesin yang bisa menjadi negatif.

    1. Metal Case

    Metal case berfungsi sebagai penghantar daya panas serta sebagai pengunci busi racing motor ke silinder head.

    1. Inti Elektroda

    Bagian ini berfungsi untuk menyalurkan energi listrik ke bagian elektroda.

    Bagaimana Jika Busi Racing Motor Digunakan pada Motor Standard?

    Bagi Anda yang suka memodifikasi motor, ada kalanya beberapa aksesoris dan mesin ditambah atau diganti. Salah satunya adalah pada motor standard menggunakan busi untuk racing motor.

    Perlu Anda ketahui, ternyata mengganti busi untuk racing motor pada motor standard justru tidak disarankan. Alasannya, setiap motor standard telah memiliki busi yang memang diformulasikan untuk motor tersebut.

    Adapun jika Anda tetap menggunakan busi motor racing justru mengalami beberapa macam masalah ini, diantaranya adalah:

    • Motor tersebut akan sulit dinyalakan karena resistor pada busi motor racing lebih tinggi.
    • Akan menimbulkan gagal pembakaran dan menimbulkan kerak akibat kompresi pada busi motor racing yang tinggi.
    • Putaran motor memang akan lebih tinggi sehingga Anda akan merasa lebih nyaman. Namun, putaran yang rendah justru membuat motor menjadi brebet.
    • Menggunakan busi yang tidak sesuai dengan spesifikasi motor yang digunakan justru akan mempercepat kerusakan mesin.

    Memang tidak disarankan untuk menggunakan berbagai mesin tertentu untuk motor yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diberikan. Jika mengalami masalah kerusakan, hal itu dapat menutup kemungkinan harus menggantinya.

    Sangat disarankan untuk menggunakan busi racing motor yang memang untuk racing motor dan begitu pula ketika menggunakan busa motor standard untuk motor standard. Alasannya, fungsi dan kegunaan busi tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan dari motor itu sendiri.

  • Cara Tune up Pada Motor dan Biaya Keseluruhannya

    Cara Tune up Pada Motor dan Biaya Keseluruhannya

    Cara Tune up Pada Motor dan Biaya Keseluruhannya – Menjalankan tune up pada motor bisa dibilang salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh para pengendara. Apalagi namanya motor pasti paling sering dipakai karena lebih cepat dan bisa menyalip dengan mudah. Manfaatnya juga penting supaya mesin kita bisa selalu berjalan normal demi kepentingan sehari-hari.

    Kalau tidak perlu dilakukan, maka bisa saja tiba-tiba mati atau tidak bisa berjalan sesuai keinginan sehingga mengalami kerusakan. Untuk melaksanakan tune up pada kendaraan roda dua, perlu memperhatikan berbagai macam bagiannya. Selain itu harus tahu dulu kapan waktu paling tepat beserta berapa kisaran biaya keseluruhannya.

    Bagian yang Harus Diperhatikan Dalam Kendaraan Roda Dua

    Untuk bagian pertama yang wajib langsung kita cek yakni karburator karena berhubungan langsung dengan aliran bahan bakar. Disini kita diwajibkan untuk membersihkan bagian selang karburator agar mampu mengalirkan bahan bakar secara normal. Begitu juga pada filter udara karburator yang tidak kalah penting untuk dijaga kebersihannya.

    Perlu diketahui kalau saat tune up pada motor bagian filter udara memang pantang tidak dibersihkan. Terlebih lagi untuk membersihkan baut di mana kamu harus mencuci memakai minyak solar dan pembersih lainnya supaya benar-benar bersih. Lalu sebelum dipakai lagi harus dibersihkan minyaknya supaya bisa digunakan kembali.

    Tidak kalah pentingnya, tentu busi karena seringkali motor mati atau tidak mau menyala karena busi sudah rusak. Disini kamu bisa buka terlebih dahulu memakai kunci busi lalu tinggal membersihkan bagian luarnya memakai bensin. Selanjutnya tinggal cek apakah masih bagus atau harus diganti dengan busi baru.

    Bagian lain pada tune up pada motor yaitu gas tangan yang terlebih dahulu dicek apakah masih lancar atau tidak saat dipakai. Terutama umum ditemukan kasus seperti kabel sering rusak dan retak sehingga harus dicegah agar kondisi semakin membaik. Kita perlu melumasi kabel dalam menjaga kualitasnya.

    Selanjutnya kita harus memperhatikan kopling dan rantai. Terutama melihat bagian kopling bakal berisiko rusak kalau kurang rutin dicek, jika rajin servis hasilnya lain karena mampu bekerja sesuai kegunaannya. Cukup sama dengan rantai di mana harus dibersihkan untuk menghindari aus dan berbagai macam jenis kerusakan lainnya.

    Terakhir, pemeriksaan oli mesin juga penting karena berpengaruh besar terhadap setiap bagian atau komponen kendaraan. Kamu disini bisa langsung mengecek dengan cara membuka penutup oli. Kita sekalian dapat memeriksa stok oli didalamnya apakah masih banyak atau sedikit. Selain itu periksa kondisinya dan ganti oli lama.

    Waktu dan Harga Tune up Pada Motor

    Pentingnya servis pada kendaraan ini membuatnya memiliki jangka waktu tersendiri yaitu paling tidak 3 bulan sekali. Pada waktu ini, mesin pasti sudah menjangkau jarak sampai 2.000 km atau kemungkinan telah banyak dipakai. Apalagi jika punya kesibukan seperti sering dibawa perjalanan sekolah, kuliah atau bekerja.

    Kalau merasa sudah tidak nyaman, harus segera diperiksa sehingga tidak mengalami kerusakan cukup fatal. Apalagi saat itu kemungkinan ada salah satu bagian mulai mengalami kerusakan meski skalanya kecil. Kerusakan kecil inilah yang kalau tidak diatasi hasilnya berbahaya buat motor.

    Perlu diketahui jika tune up pada motor memang berbeda tergantung penggunaan. Di mana bisa saja baru 1.000 km tapi sudah kotor dan berdebu sehingga harus dibersihkan. Apalagi melihat kendaraan offroad yang medannya cukup berat dan cepat membuat body dan mesin kotor.

    Sementara itu untuk biaya keseluruhan sendiri sebenarnya ada yang sekaligus atau dipisah dengan biaya montir tapi tetap terjangkau. Misalnya pada motor matic injeksi dikenakan biaya sebesar Rp. 400.000-an saja. Lalu seringkali diharuskan membayar mekanik sebesar Rp. 70.000.

    Hal ini memang harus dilakukan dengan segenap hati dan menganggapnya sebagai prioritas apalagi manfaatnya membuat motor semakin bandel. Selain itu kamu dapat menghindari turun mesin dan tidak mati sendiri saat dipakai. Bahan bakar tidak semakin boros dan keamanan rem tidak ada masalah juga menjadi keuntungan.

    Karena sangat penting, maka sama sekali tidak boleh dilewatkan sehingga kamu harus membuat jadwal tersendiri untuk servis semacam ini. Apalagi tidak perlu terlalu sering jadi tidak bakal menyebabkan pengeluaran terlalu berlebihan. Ditambah lagi biaya cukup terjangkau sehingga manfaat tune up pada motor lebih kita rasakan.

  • Mengenal Fungsi Tune up Pada Mobil dan Tutorial Lengkapnya

    Mengenal Fungsi Tune up Pada Mobil dan Tutorial Lengkapnya

    Mengenal Fungsi Tune up Pada Mobil dan Tutorial Lengkapnya – Pentingnya tune up pada mobil secara rutin yaitu supaya performa kendaraan kita bisa terus maksimal meski dipakai terus menerus setiap hari. Disini sebenarnya tidak secara keseluruhan melainkan pada beberapa parts atau komponen penting saja pada mobil yang berpengaruh terhadap performa mesin sehingga harus dijalankan meski sedang sibuk.

    Apalagi seperti kita ketahui tidak terlalu banyak bagian bakal diperiksa atau diganti, melainkan hanya beberapa bagian khusus saja. Jadi, meski sibuk tidak akan memakan waktu terlalu banyak dan bisa langsung mengerjakan kegiatan penting lainnya. Supaya maksimal, paling tidak 6 bulan sekali agar manfaatnya bisa terasa.

    Manfaat Tune up Pada Mobil Supaya Awet

    Performa kendaraan lebih maksimal pasti akan menjadi manfaat pertama yang bakal kita peroleh. Apalagi kurang perawatan terlalu mudah rusak, sama seperti manusia yang sedang sakit. Nantinya perlu dibawa ke ahlinya untuk memperbaiki. Bila rusak komponen kendaraan cukup parah, pasti menjengkelkan karena bakal keluar banyak biaya.

    Tidak heran perawatan atau servis mampu mencegah terjadinya kerusakan karena setiap masalah besar pasti diawali masalah kecil. Kalau kendaraan kamu sering terjadi kerusakan dalam skala kecil, harus segera dicegah dengan ketentuan perawatan yang tepat. Terutama mencegah pengeluaran bulanan atau mingguan kamu semakin menggelembung.

    Melakukan tune up pada mobil secara rutin juga mampu menjaga kondisi mesin supaya tetap bagus dan siap dipakai kapan saja. Disini kita juga mampu memantau dan mendeteksi kerusakan yang mungkin terjadi di masa depan. Hasilnya tidak mungkin ada rusak berskala besar sehingga kualitas kendaraan stabil.

    Manfaat selanjutnya yaitu mencegah bagian filter udara tidak kotor karena berpengaruh sama agresifitas mesin. Kalau tidak pernah dibersihkan hasilnya mobil berjalan tidak seperti biasanya atau terasa ada yang mengganjal. Kalau hal ini dibiarkan, bukan hanya merusak filter tapi membuat bagian lain rusak karena saling terhubung.

    Tune up pada mobil sebenarnya paling penting memang menjaga supaya segala macam parts kendaraan dalam kondisi bagus setiap waktu. Hal ini dapat terjadi karena memang setiap bagian penting akan diperiksa secara detail tanpa ketinggalan. Jadi, bila memang ditemukan parts rusak dapat segera kita ganti saja.

    Semua manfaat tersebut memang paling maksimal kita lakukan lewat bengkel saja karena bisa memaksimalkan semua SOP tersebut dengan mudah. Tapi sebenarnya kalau mau mempelajarinya sendiri satu demi satu boleh asalkan belajar dulu. Nanti setelah memahami tentang semua bagian yang harus dirawat, seterus boleh dilakukan sendiri.

    Tips Tune up Tanpa ke Bengkel

    Tune up sendiri tanpa ke bengkel memang bisa, tapi harus teliti agar berhasil. Misalnya pertama kamu perlu memeriksa bagian baterai dan aki terlebih dahulu, di mana harus cek kalau ternyata rusak atau berkarat. Kalau memang ada, maka harus dibersihkan dan perhatikan juga batas air aki

    Mengecek tali kipas juga sama pentingnya dengan aki, di mana sering sekali ditemukan terjadi aus cukup parah. Selain itu keadaan atau kondisi retak sampai renggang sebenarnya cukup umum terjadi tapi bukannya normal melainkan harus segera diatasi. Kamu perlu tes apakah masih maksimal atau tidak.

    Teknik tune up pada mobil sendiri juga wajib memperhatikan dan melihat bagian busi kendaraan. Disini hal yang perlu kamu lakukan adalah tinggal copot bagian businya dulu karena harus melewati proses pembersihan. Membersihkannya tinggal memakai sikat kawat kemudian cek menyalakan kendaraan apakah masih normal atau tidak.

    Selanjutnya, cek kabel yang dialiri tegangan tinggi terutama pada bagian tutup distributor. Disini kamu bisa cek pakai Multi Tester yang umum dipakai bengkel atau tukang servis kendaraan. Kabel yang baik harusnya kurang dari 25 kg saat kita tes.

    Semua hal ini sebenarnya hanya dapat dilakukan kalau kamu sudah mempersiapkan alatnya dulu. Jadi, harus punya beberapa peralatan bengkel seperti Feeler Gauge, kunci pas, obeng, Tachometer, Timing Light, alat pengetes kompresi sampai Hidrometer. Semuanya bakal terpakai untuk mengecek dan memperbaiki berbagai spareparts.

    Berbagai macam tips tersebut memang bisa kamu jalankan sendiri tapi tetap membutuhkan pengalaman supaya kerjanya bagus. Apalagi kalau sebelumnya sangat asing dengan dunia otomotif pasti cukup kesulitan mendengar beberapa istilah atau cara penanganan mesin. Jadi, untuk alternatif tune up pada mobil bisa langsung menuju bengkel.

  • Jenis dan Fungsi Suku Cadang Busi untuk Kendaraan Bermotor

    Jenis dan Fungsi Suku Cadang Busi untuk Kendaraan Bermotor

    Busi atau disebut juga spark plug merupakan salah satu komponen suku cadang pada kendaraan bermotor yang memiliki fungsi penting. Bukan hanya sebagai pelengkap atau pendukung saja, melainkan bisa diibaratkan sebagai termometernya kendaraan karena fungsinya dapat menunjukkan kondisi kesehatan mesin.

    Selama ini mungkin masih banyak pengendara yang kurang memperhatikan komponen-komponen pada kendaraan. Padahal setiap suku cadang memiliki cara perawatan dan fungsi berbeda. Jika dibiarkan, bisa-bisa Kamu tidak tahu bahwa kendaraan sedang tidak dalam kondisi prima.

    Tahukan Kamu, para mekanik profesional dapat mengetahui kondisi kendaraan dan menganalisa kerusakan motor dengan mengecek bagian spark plug-nya. Sederhananya, cara kerja komponen tersebut bisa diibaratkan sebagai jendela. Tugasnya untuk membakar campuran udara serta melepas panas dari ruang pembakaran tersebut.

    Masih banyak yang menganggap bahwa bagian motor ini menciptakan panas, padahal hanya melepaskannya. Hal itu karena tugasnya untuk membuat energi penggerak mesin dari bahan bakar motor menggunakan aliran energi listrik sehingga tercipta panas. Apabila komponen motor tersebut mati, maka kendaraan tidak bisa dinyalakan.

    Komponen-komponen Pada Busi dan Fungsinya

    Untuk lebih memahami apa saja fungsi suku cadang kendaraan ini, ketahui dulu beberapa komponen penting di dalamnya, berikut diantaranya:

    1. Terminal: sebagai penghubung dengan sistem ignition, letak bagian ini ada di ujung.
    2. Insulator: sebagai penopang inti elektroda, komponen ini terbuat dari material porselen/ keramik.
    3. Ribs: bagian di insulator berupa lekukan yang tugasnya untuk menjaga jarak antara ground dan inti elektroda.
    4. Insulator Tip: komponen yang berperan pada proses pembakaran mesin kendaraan sehingga harus memiliki sifat yang dapat tahan terhadap suhu tinggi.
    5. Seal: berfungsi untuk menyempurkan sekaligus menghindari adanya kebocoran ketika proses pembakaran mesin terjadi.
    6. Metal Case: sebagai material konduksi pada spark plug yang mempunyai sifat penghantar panas lebih bagus.
    7. Center Electroda: sebagai komponen yang bertugas untuk menyalurkan energi listrik, bagian ini terbuat dari material nikel, besi dan tembaga.
    8. Ground/ Side Electroda: bagian terluar pada busi yang langsung menyinggung kendaraan.

    Sederhananya, busi adalah bagian pada motor yang bekerja dalam proses pembakaran mesin sehingga kendaraan bisa berjalan. Panas pada ground merupakan akibat dari proses perubahan bahan bakar menjadi energi mesin karena energi listrik yang digunakan menghasilkan percikan api. Komponen-komponen di atas akan mulai bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing saat sudah ada aliran listrik.

    Ketahui Jenis-jenis Busi untuk Motor

    Melihat penjelasan tentang pentingnya busi sebagai bagian dari suku cadang kendaraan bermotor, maka ketahui juga beberapa jenisnya. Berikut ini:

    1. Jenis Standar

    Varian yang menjadi bawaan pada kendaraan ketika Kamu membelinya pertama kali. Model ini bisa digunakan hingga jarak tempuh mencapai 20.000 kilometer untuk pembakaran yang normal. Ujung elektrodanya dibuat dari material nikel serta memiliki inti elektroda dengan diameter 2,5 milimeter.

    1. Jenis Iridium

    Untuk varian ini biasanya dipakai pada motor dengan kapasitas mesin mencapai 150 CC karena mempunyai kualitas yang lebih unggul. Karakteristiknya elektrodanya meliputi inti dengan diameter 0,6 sampai 0,8 milimeter, ujungnya berbahan dari nikel serta bisa bertahan hingga jarak tempuh 70 kilometer untuk pemanasan normal.

    1. Jenis Platinum

    Karakteristiknya memiliki electroda dengan inti berdiameter 0,5 sampai 0,8 milimeter, ujungnya bermaterial nikel serta bagian center-nya bermaterial platinum. Sangat direkomendasikan bagi Kamu yang hobi bepergian jauh karena umurnya bisa mencapai 30.000 kilometer.

    1. Jenis Resistor

    Jika Kamu melihat ada logo R pada komponen maka menunjukkan termasuk jenis resistor. Biasanya varian ini digunakan pada motor yang memakai perangkat digital karena fungsinya untuk melindungi speedometer maupun komponen elektronik digital lainnya seperti pada motor-motor keluaran terbaru.

    1. Jenis Racing

    Jika dibandingkan jenis-jenis sebelumnya, untuk tipe spark plug ini mempunyai rentang usia yang lebih pendek yakni sekitar 20.000 kilometer. Ciri-cirinya memiliki elektroda dengan diameter center meruncing kecil seperti jarum.

    Melihat dari tugasnya yang sangat penting pada motor, tentu Kamu harus lebih perhatian untuk mengecek spark plug kendaraan kalian. Jangan sampai mengalami aus karena akan menyebabkan motor mati secara mendadak. Jadi mulai sekarang jangan lupa untuk mengecek secara rutin kesehatan busi motor Kamu.