Tag: Tune up Mobil

  • Pengertian Tune Up Mobil dan Prosesnya

    Pengertian Tune Up Mobil dan Prosesnya

    Bagi anda yang memiliki kendaraan rodaempat, pastinya sudah tak asing lagi dengan istilah tune up mobil. Tune up mobil sendiri merupakan kegiatan perawatan dengan jadwal berkala, misalkan satu tahun sekali agar mobil selalu dalam performa maksimal.

    Meskipun sekilas hampir sama dengan service, tune up mobil memiliki pengartian yang berbeda yakni standarisasi komponen hingga sistem mobil agar bisa kembali seperti sedia kala. Melakukan tune up juga bisa mengwmbalikan performa mobil, mencegah kerusakan serta untuk mengecek dan melakukan kontrol kondisi komponen komponen pada mobil anda apakah masih baik atau tidak.

    Perlu diketahui antara tune up mobil dan service memiliki perbedaan yang mencolok, dimana tune up mempunya variasi pekerjaan yang pastinya jauh lebih banyak jika dibandingankan dengan service mobil biasa. Maka dari itu tidak heran jika proses tune up akan memiliki waktu dan biaya yang lebih tinggi dibanding service biasa.

    Dalam proses pengerjaannya, service mobil biasanya hanya mencakup beberapa bagian saja seperti pengecekan filter udara, pengecekan sistem injeksi, pengecekan fluida hingga pengecekan bagian yang ada di dalam mesin tanpa melakukan pembongkaran yang lebih pada mobil anda.

    Beda hal nya dengan tune up mobil, kegiatan yang mencakup tidak hanya di beberapa bagian saja, melainkan serangkaian kegiatanperawatan yang jauh lebih lengkap hingga kebagian dalam mesin mobil anda seperti halnya bagian katup mobil.

    Berikut beberapa komponen komponen yang biasanya di cek saat melakukan proses tune up mobil.

    Filter udara

    Pada saat tune up mobil biasanya komponen pertama yang akan dicek yakni filter udara. Biasanya mekanik akan membersihkan filter udara dengan menggunakan angin bertekanan tinggi, dan jika ditemukana kondisi filter udara sudah sangat kotor maka akan diganti dengan filter yang baru.

    karburator dan throttle body

    Proses tune up mobil selanjutnya dengan melakukan pengecekan karburator dan throttle body. Pemeriksaan karburator hanya dilakukan pada mobil non injeksi, setelah dilakukan pemeriksaan karbuartor,RPM mobil akan disetel ulang. Sedangkan mobil injeksi pemeriksaan hanya dilakukan pada throttle body, apabila diperlukan tindakan seperti pembersihan maka karbu cleaner akan digunakan.

    Pengecakan busi dan pembersihannya

    Agar menjaga api yang keluar pada busi tidak terlalu besar maupun terlalu kecil maka perlu dilakukan pengecekan busi dan pembersihannya.

    Pengecakan dan penyetelan celah katup

    Pada bagian mesin yang memiliki sistem katup konvensional yakni yang terdapat pada mesin injeksi, maka saat tune up mobil wajib untuk melakukan pengecekan dan penyetelan celah katup agar bisa terus berada dalam kondisi standart. Biasanya kisaran celah standar katup ialah 0,2 hingga 0,3 mm.

    Pengecekan tegangan v belt

    Pada saat tune up mobil wajib melakukan pengecekan tegangan v belt baik pada mobil injeksi maupun mobil non injeksi ( konvensional ). jika ditemukan tegangan v belt kendor, maka wajib dilakukan penyetelan ulang.

    Baterai atau aki

    Pastikan kondisi aki harus beradapada angka 12 volt saat mesin mobil dalam kondisi mesin mati. Adapun kondisi maksimal saat mesin mobil menyala yakni 14 volt, sedangkan untuk mengecek arus akan menggunakan battery tester.

    Pengecekan berbagai fluida

    Pengecekan yang terakhir saat melakukan tune up mobil yakni terhadap fuida seperti oli transmisi, oli mesin, oli power steering, oligardan hingga minyak rem. Jika dirasa butuh penggantian oli, maka mekanik akan segera menggantinya.

  • Manfaat dan Cara Tune Up Mobil

    Manfaat dan Cara Tune Up Mobil

    Tune up memiliki arti harfiah memeriksa kembali. Tulisan tune up mobil di bengkel berarti penyediaan jasa perawatan mobil untuk standarisasi komponen kembali ke kondisi awalnya. Biasanya dilakukan dengan memperbaiki komponen dan mesin dalam mobil atau sekadar membersihkannya.

    Tune up memiliki banyak manfaat. Manfaat pertama adalah memaksimalkan performa mesin kembali seperti mobil baru dan memperpanjang usianya. Tune up juga bisa mencegah risiko kerusakan mobil di bagian mesin. Perawatan mobil ini juga sering disebut servis kecil. Ada beberapa hal yang dilakukan selama tune up.

    Cara Tune Up Mobil

    Selama tune up, ada banyak komponen mobil yang harus diperiksa. Berikut adalah daftarnya termasuk hal yang harus diperhatikan saat pemeriksaan.

    1. Filter Udara dan Filter Bensin

    Bersihkan filter udara dan filter bensin secara berkala karena kotoran di sana akan menghambat kerja suplai bensin dan udara. Filter bisa dibersihkan dengan menggunakan angin bertekanan dari arah luar ke dalam. Jika sudah tua atau rusak, segera ganti dengan filter baru.

    1. Radiator

    Periksa air pendingin di tangki reservoir dan radiator. Ganti jika kotor dan tambahkan jika kurang. Periksa juga tutup radiator. Tutup sudah harus diganti bila karet pada katup sudah keras dan retak-retak. Sama halnya bila pegas di tutup sudah terlalu keras atau terlalu lemah.

    1. Oli-oli Mobil

    Oli mobil berfungsi melumaskan permukaan beberapa komponen mesin dan berbeda jenisnya tergantung posisi penggunaan mesinnya. Oli sudah harus diganti jika sudah berubah warna jadi hitam dan bertekstur encer. Biasanya pelumas satu ini diganti setelah mencapai jarak 3.000 – 5.000 km. Cek juga sistem pelumasan oli saat tune up mobil untuk menjaga oli tidak sering habis.

    1. Aki

    Pemeriksaan pertama pada aki adalah pemeriksaan elektrolit apakah aki masih berjalan atau sudah melemah. Kemudian periksa air aki. Pemeriksaan berat jenis menggunakan hidrometer. Sedot air sampai masuk ke hidrometer dan lihat angkanya, berat jenis yang baik menunjukkan angka 1,26 hingga 1,28.

    Tambahkan juga air jika sudah berkurang. Terakhir, periksa terminal dan klem pengikat untuk diganti saat sudah kotor atau longgar. Keduanya bisa menyebabkan suplai arus berkurang.

    1. Busi

    Ada dua bagian busi yang dicek. Pertama adalah celah busi. Hal ini bisa diperiksa dengan melihat api yang keluar. Biasanya api yang keluar berwarna biru dan lurus. Celah ini bisa berubah akibat interaksi busi dengan tekanan kompresi. Busi yang kotor juga harus dibersihkan sebelum menyetel kembali celah busi di angka 0,7 -0,8 mm.

    Hal kedua yang diperiksa adalah karet busi. Ketahanan karet diukur dengan AVO meter dengan ketentuan sebesar 25 kilo Ohm/meter. Bila sudah tidak sesuai ketentuan atau karet sudah keras retak-retak, artinya sudah harus diganti.

    1. Karburator dan throttle body

    Bagian tune up mobil satu ini tidak dilakukan di semua mobil. Pada mesin mobil non-injeksi, karburator akan diperiksa dan RPM mobil disetel ulang. Sedangkan di mobil injeksi, pemeriksaan dilakukan di throttle body. Carbu cleaner akan digunakan jika diperlukan.

    1. Katup Mesin

    Pemeriksaan katup dilakukan pada mobil bermesin katup konvensional. Celah ini harus diatur dengan baik. Jika terlalu lebar, mesin akan panas dan tenaga pun berkurang. Namun celah yang terlalu sempit juga akan menyebabkan bahan boros dan asap yang dikeluarkan berwarna hitam.

    Untuk mobil-mobil baru, sudah ada sistem Hydraulic Lash Adjuster (HLA) yang mengatur celah otomatis.

    Masih ada banyak hal lain yang harus diperiksa seperti tutup dan rotor distributor, karet angin, platina, centrifugal advancer, vacum advancer, tekanan kompresi dan lain-lain. Untuk memudahkan, Anda bisa membawa mobil ke bengkel yang menyediakan jasa tune up dengan biaya sekali servis Rp350 ribu hingga Rp500 ribu.

    Perawatan tune up mobil sebaiknya dilakukan berkala setelah mencapai batas maksimal kilometer, misalnya 50.000 kilometer pasca servis terakhir kali. Dari segi waktu, kurang lebih setiap setahun sekali. Jangan lewatkan langkah penting merawat mobil ini agar kendaraan Anda bisa awet hingga bertahun-tahun.