Tag: baterai lithium-ion

  • Menilik Spesifikasi Mobil Listrik Toyota

    Menilik Spesifikasi Mobil Listrik Toyota

    Toyota Eropa rupanya tidak ingin ketinggalan dengan perusahaan otomotif lain untuk urusan mobil listrik. Terbukti perusahaan tersebut membuka keran pemesanan untuk mobil listrik Proace Verso dengan Multi Purpose Vehicle yang bertenaga listrik. Mobil listrik Toyota tersebut rencananya akan mulai dikirim kepada para pemesan mulai bulan Maret 2021.

    Hadirnya mobil listrik Toyota tentu menjadi angin segar tersendiri bagi pecinta kendaraan besutan perusahaan asal Jepang tersebut. Seperti yang diketahui, berbagai produk keluaran Toyota memang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Untuk lebih mengenal bagaimana mobil listrik Toyota Proace Verso ini, ini dia spesifikasinya.

    Spesifikasi Mobil Listrik Toyota

    Keran pemesanan yang dibuka oleh Toyota Eropa untuk mobil listrik memang begitu antusias disambut konsumen. Tak kalah dengan brand lain, ini dia sejumlah spesifikasi mobil listrik besutan Toyota yang menarik untuk diketahui.

    Tersedia Tiga Varian

    Tidak tanggung-tanggung, Toyota mengeluarkan tiga varian sekaligus untuk mobil listrik pertamanya. Varian yang dikeluarkannya dibedakan berdasarkan ukuran. Tentu saja hal ini akan memudahkan konsumen dalam memilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.

    Untuk yang menginginkan mobil yang tidak terlalu besar, konsumen dapat memilih ukuran ringkas 4.609 mm. Ada pula ukuran sedang dengan dimensi 4,959 mm serta ukuran panjang dengan dimensi 5,309 mm. Selain dapat memilih berdasarkan ukuran, konsumen juga akan dimudahkan dalam pemilihan interior dan modelnya, di antaranya combi, shuttle, keluarga, serta VIP.

    Baterai Lithium-ion

    Sebagai mobil bertenaga listrik, Toyota mengusung dua pilihan baterai lithium-ion sebagai tenaga pacunya. Pilihan yang pertama adalah baterai berkapasitas 50-kWh dengan jangkauan jelajah sejauh 230 km. Ada pula kapasitas baterai 75 kWh yang jelajah jangkauannya sampai 330 km.

    Uniknya lagi, pengisian baterai dapat dilakukan di stasiun pengisian dengan daya 100 kW. Charging secara penuh bisa dilakukan dalam waktu 30 menit untuk daya 50 kWh, sedangkan untuk daya 75 kWh dibutuhkan waktu 45 menit.

    Tenaga Pacu Kuat

    Memproduksi tenaga listrik tidak membuat Toyota kehilangan jati diri. Mobil listrik Toyota mengusung tenaga pacu yang cukup kuat. Motor listriknya memiliki tenaga sebesar 134 hp bertorsi 260 Nm. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa kecepatan maksimal lajunya mencapai 130 km per jam.

    Selain memiliki tenaga pacu yang kuat, pihak Toyota juga makin memanjakan konsumennya dengan garansi. Tidak tanggung-tanggung, garansi yang diberikannya adalah delapan tahun pemakaian.

    Aneka Fitur Keamanan

    Tak perlu khawatir akan mekanisme keamanan dari produk yang satu ini karena Toyota mengadopsi fitur keamanan yang cukup ciamik, mulai dari Safety Sense, Pre Collision System, dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan pendeteksi pejalan kaki juga disediakan untuk memudahkan navigasi dan keselamatan.

    Sensor parkir depan dan belakang, kamera belakang 180 derajat, hingga Blind Spot Monitor untuk mengidentifikasi titik buta menjadi salah satu daya tariknya. Sebagai pelengkap, Toyota menambahkan Lane Departure Alert, Automatic High Beam, dan beragam fitur unik lainnya.

    Kontrol E-Toggle

    Kontrol E-Toggle memungkinkan pengendara bisa memilih untuk melakukan drive, reverse, park, hingga neutral. Anda bisa menentukan bagaimana Anda akan mengoperasikan kendaraan ini hanya dengan sekali sentuh.

    Pada bagian kabin, terdapat kursi yang memiliki fitur pemanas. Fitur ini sangat cocok digunakan di Eropa yang beriklim dingin. Untuk hiburan, pengguna juga bisa memanfaatkan fitur layar sentuh sebesar 7 inci, radio digital, hingga konfigurasi sistem Android maupun Apple. Rem parkir elektroik hingga spion otomatis elektrik standar menjadi fitur lain yang membuat mobil listrik ini makin memesona.

    Bagaimana, menarik bukan, berbagai spesifikasi yang dimiliki oleh mobil listrik Toyota? Meskipun baru diluncurkan di Eropa, tentu saja kita berharap agar kendaraan keluaran Toyota ini juga bisa masuk ke pasaran Indonesia

  • BMW Siapkan Prototipe Baterai Solid-State, Diproduksi pada 2030

    BMW Siapkan Prototipe Baterai Solid-State, Diproduksi pada 2030

    Baterai solid-state dilihat sebagai sesuatu yang paling penting dari mobil listrik dan BMW telah mengumumkan bahwa akan melihat mobil uji digunakan “sebelum 2025”.

    Perusahaan tidak menjelaskan banyak detail, tetapi menggambarkan baterai solid-state sebagai “pengubah permainan” dan akan memasukkan baterai yang kompatibel dengan mobil yang dijanjikan ke dalam produksi seri pada akhir dekade ini.

    Meskipun detailnya kurang, baterai solid-state menjanjikan peningkatan besar dibandingkan baterai lithium-ion yang ditemukan di mobil listrik saat ini. Di antara kelebihannya adalah kepadatan energi yang tinggi, yang memungkinkan kemasan baterai yang ringkas dan ringan. Baterai solid-state juga diatur agar lebih aman, lebih mudah diproduksi, dan lebih murah daripada baterai lithium-ion setelah produksi meningkat.

    Selain berbicara tentang baterai solid-state, BMW telah mengungkapkan beberapa detail baru tentang mobil “Neue Klasse” yang akan diluncurkan pada pertengahan dekade ini dan akan “bertenaga listrik”. Model yang akan datang ini akan menggunakan teknologi baterai generasi berikutnya, yang menjanjikan “lompatan besar” dibandingkan dengan apa yang ditemukan pada kendaraan listrik saat ini.

    Menurut Presiden BMW, Oliver Zips, “Kami ingin secara signifikan meningkatkan kepadatan energi sel dan mengurangi biaya penggunaan bahan dan produksi pada saat yang bersamaan. Kami juga akan secara drastis mengurangi penggunaan bahan mentah untuk memastikan lingkungan yang benar-benar” hijau ” baterai. Pengembangan sedang berlangsung dan perusahaan sedang mengevaluasi format sel, kimia, dan unit yang berbeda.

    Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Neue Klasse EVs akan memiliki jangkauan dan biaya produksi yang setara dengan kendaraan yang ditenagai oleh mesin pembakaran internal kelas atas.

    Fokus pada mobil listrik tidak mengherankan karena BMW memperkirakan bahwa setidaknya 50 persen dari penjualan globalnya akan datang dari mobil listrik pada tahun 2030. Perusahaan juga memperkirakan sekitar 10 juta kendaraan listrik di jalan raya dalam dekade mendatang, yang mana akan menjadi lompatan besar dari dua juta. Seseorang diharapkan pada akhir tahun 2025.