Tag: Ban motor FDR

  • Referensi Ban Motor FDR Terbaik yang Layak Dipilih

    Referensi Ban Motor FDR Terbaik yang Layak Dipilih

    Ban motor FDR banyak dicari masyarakat. Ini terjadi karena FDR sendiri sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Namanya sangat baik karena kualitas produknya sangat menjanjikan. Sebenarnya, di Indonesia sendiri ada banyak merek produk ini yang dipasarkan. Banyaknya pemasaran merek tersebut menjadi hal wajar.

    Itu karena, motor merupakan kendaraan dengan popularitas paling tinggi di Indonesia. Hampir setiap rumah memilikinya. Bahkan, beberapa rumah memiliki dua hingga tiga motor. Ban sendiri adalah unsur penting bagi sepeda motor. Apabila produk ini bermasalah, kendaraan tidak akan bisa dijalankan normal.

    Bahkan, kondisi bocor saja tidak bisa dibiarkan. Ketika ban bocor, kestabilan kendaraan akan terganggu. Bahkan, kondisi bocor ini akan merusak velg jika dibiarkan dalam waktu lama. Karena sangat penting, pastikan untuk selektif ketika memilih produk tersebut. agar hasilnya tidak mengecewakan, memilih ban motor FDR bisa dijadikan pilihan.

    Pilihan Jika Mencari Tipe Tubeless

    Pilihan pertama ketika mencari produk ini adalah tipe tubeless. Ini adalah konsep terbaru dimana ban dalam sudah tidak digunakan. Konsep tubeless sendiri lebih kuat. Kemungkinan kerusakannya jauh lebih kecil dibanding konsep biasa. Kekuatan tersebut didapat karena ketebalan ban ini biasanya sedikit lebih tinggi.

    Tipe pertama yang bisa dipilih adalah FDR Sport XR Expo. Ini adalah jenis reguler yang cocok untuk digunakan semua jenis kendaraan. Kelebihan pertamanya terletak pada ukuran. XR Exvo memiliki ukuran lebih lebar dari kondisi normal. Dengan itu, kekuatannya akan lebih terjamin. Variasi ukurannya sendiri sangat banyak mulai dari 80/80-14 hingga 140/70-14.

    Tipe selanjutnya adalah ban motor FDR genzi. Ini adalah jenis paling populer di Indonesia. Sebenarnya dari segi ukuran, jenis genzi memiliki kemiripan dengan XR Exvo. Namun, harganya sedikit lebih murah. Inilah alasan utama mengapa popularitasnya begitu tinggi. Ukurannya sendiri tidak sevariatif Xr expo.

    Seri genzi hanya memiliki tiga jenis ukuran yaitu 80/80-14, 90/80-14, dan 100/80-14. Tipe selanjutnya adalah FDR Sport Exvo. Sekilas, namanya cukup mirip dengan sport Xr Exvo. Namun sebenarnya, kedua jenis ini cukup berbeda. Sport exvo sebenarnya lebih diperuntukkan untuk keperluan ajang balapan motor.

    Sport exvo sendiri hanya memiliki satu ukuran yaitu 90/80-14. Jenis terakhir adalah FDR Facio. Jenis ini memiliki keunggulan utama pada desainnya. Facio terlihat sangat stylish. Biasanya, penggunaan tipe ini adalah untuk scooter matic seperti scoopy atau vespa. Ukurannya sendiri hanya tersedia satu yaitu 90/90-14.

    Pilihan Jika Mencari Tipe Tube

    Setelah mengenal konsep tubeless, pilihan selanjutnya adalah ban motor FDR tipe tube. Ini adalah tipe reguler yang mengharuskan penggunaan ban dalam. Karena menggunakan ban dalam, lapisan luarnya jelas lebih tipis. Oleh sebab itu, harganya jauh lebih murah. Bahkan, beberapa ada yang harganya setengah dari konsep tubeless.

    Jika ingin menggunakan tipe tube, pilihan pertama adalah FDR Flemmo. Tipe flemmo adalah yang paling populer untuk konsep tube. Bunga tipe flemmo terkesan lebih sederhana. Namun, kesederhanaan inilah yang justru menjadi nilai plus tersendiri. Selain itu, banyak orang mengatakan teksturnya sangat empuk.

    Dengan tekstur tersebut, penggunaan akan lebih nyaman ketika menggunakan untuk keperluan sehari-hari. Flemmo sendiri tersedia untuk tiga ukuran yaitu 70/90-14, 80/90-14, dan 90/90-14. Jenis selanjutnya adalah FDR Spartax. Inilah satu-satunya tipe yang sukses menyaingi popularitas flemmo. Sekilas, keduanya nampak mirip. Kemiripan ini terlihat dari ukurannya.

    Namun jika melihat bunganya, kedua produk tersebut sebenarnya sangat berbeda. Jenis spartax memiliki bunga yang lebih stylish. Dengan bunga tersebut, cengkramannya pada aspal menjadi lebih baik. Dapat dikatakan, spartax sangat cocok untuk dipakai ketika jalan dalam kondisi basah. Ketersediaan ukurannya sendiri sama seperti flemmo.

    Jenis terakhir yang bisa dipilih adalah FDR dozer. Jenis ini sendiri memiliki pilihan ukuran sama dengan jenis sebelumnya. Satu-satunya perbedaan terletak pada fungsi. Dozer memang dikhususkan untuk keperluan motor cross. Oleh sebab itu, kurang tepat jika menggunakannya untuk keperluan dalam kota. Memang harganya relatif lebih tinggi dari tipe sebelumnya.

    Pastikan memilih jenis terbaik sesuai dengan kebutuhan. Sebenarnya, masih ada merek lain yang bisa dipilih. brand besar seperti michelin dan IRC juga tersedia di Indonesia. Namun jika ingin mendapatkan jaminan kualitas, referensi ban motor FDR di atas bisa dipilih.

  • Tips Mengganti Ban Motor FDR yang Benar

    Tips Mengganti Ban Motor FDR yang Benar

    Ban merupakan satu dari banyak komponen yang berfungsi sangat vital pada kendaraan. Di Indonesia, salah satu merek ban yang direkomendasikan untuk motor adalah FDR.  Ban motor FDR merupakan produk asli Indonesia yang dibuat oleh PT Suryaraya Rebberindo, yang termasuk dalam grup Astra.

    Beban dari seluruh kendaraan dan penumpang tertumpu pada ban sehingga kestabilan dan performa ban sangat penting. Untuk itu, selain memilih ban yang paling tepat, Anda juga perlu tahu cara mengganti ban motor agar tetap stabil sehingga Anda bisa berkendara dengan nyaman.

    Kapan Ban Motor Harus Diganti?

    Pada dasarnya, tidak ada aturan yang baku kapan ban harus diganti. Namun, ada yang menyarankan untuk mengganti ban apabila jarak tempuh motor sudah mencapai 12.000 km untuk ban depan dan 10.000 km untuk ban belakang.

    Namun, jarak tempuh ini bukan satu-satunya indikator untuk mengganti ban. Ada beberapa tanda lain yang mudah dikenali untuk menentukan kapan ban harus diganti.

    • Ban Kempis Sendiri

    Ban yang kempis padahal tidak bocor bisa jadi disebabkan adanya retak-retak pada sisi samping atau bahkan sobek. Jika sudah begini, biasanya ban tidak bisa ditambal dan harus diganti.

    • Terdapat Benjolan pada Ban

    Benjolan timbul akibat benturan yang sangat keras atau karena tekanan anginnya kurang sehingga struktur ban menjadi rusak. Jika ban benjol, bergelombang, atau kembung, segera ganti karena sewaktu-waktu bisa meletus.

    • Getaran Berlebihan pada Stang

    Anda pasti bisa membedakan getaran pada stang akibat jalan rusak dan yang disebabkan oleh ban. Biasanya, getaran ditimbulkan oleh ketidakseimbangan pada ban.

    • Ban Tipis (Aus)

    Pada setiap ban, umumnya terdapat indikator TWI (Tread Wear Indikator) untuk menentukan batas maksimum keausan, biasanya berupa lambang segitiga pada dinding samping ban. Jika permukaan telapak ban sudah sampai pada lambang tersebut, ban harus diganti.

    Cara di atas tergolong sulit bagi orang awam. Untungnya, pada ban motor FDR, terdapat teknologi Progressive TWI berupa kode unik yang memudahkan Anda mengetahui tingkat keausan ban.

    Caranya dengan melihat tiga lubang yang berbeda kedalamannya dengan keterangan 25%, 50%, dan 75% di telapak ban. Seiring pemakaian ban, lubang itu akan hilang sesuai tingkat keausan. Jika lubang 75% (lubang terdalam) sudah hilang, ban tersebut harus diganti.

    Tips Mengganti Ban Motor FDR yang Benar

    Ketika harus mengganti ban, perhatikan velg, ukuran ban, serta pemakaian motor. Jika motor digunakan setiap hari, jangan memilih ban dengan kompon lunak karena lebih cepat aus. Ban ini bisanya digunakan untuk motor balap yang membutuhkan daya cengkeram yang lebih kuat ke aspal.

    Ban juga harus sesuai dengan velg yang digunakan. Velg dengan jari-jari tidak cocok untuk digunakan pada ban tubeless.

    Cara paling praktis untuk mengganti ban adalah dengan membawanya ke bengkel. Namun, jika harus mengerjakan sendiri, produsen ban motor FRD memberikan tips dan trik yang bisa dicoba, yaitu:

    • Gunakan alat yang bisa merusak ban maupun velg;
    • Harus dipastikan pelek sejajar dengan rim line sangat terpasang;
    • Pastikan arah putaran ban sesuai dengan petunjuk yang ada pada ban;
    • Cek tekanan angin sesuai dengan standar yang tertera pada ban;
    • Jika menggunakan ban dalam, sesuaikan ukurannya dengan ukuran ban luar;
    • Pastikan tidak ada benda asing yang dapat menyebabkan ban bocor;
    • Gunakan ring tape untuk menghindari ban dalam tertusuk spoke pelek;
    • Pastikan posisi pentil tepat sehingga tidak rusak;
    • Kencangkan mur pada ban dalam seperlunya.

    Setelah penggantian ban motor FDR selesai dilakukan, posisi ban harus disejajarkan kembali dengan antara ban depan dan belakang untuk menghindari motor oleng pada saat dikendarai. Perhatikan juga bahwa tekanan ban harus antara 28-30 psi.